Tanpa Hutang Bank

Bisnis Properti Tanpa Hutang Bank


Nama Panggilan :
Alamat Email :
bisnis tanpa bank dan tanpa ngutang

progress pembangunan bisnis tanpa bank

Belakangan ini banyak sekali seminar dan pelatihan bisnis (properti) tanpa hutang, tanpa riba. Menarik karena mungkin saat ini banyak sekali yang terlilit hutang bank dan ingin melepaskan diri. Hal ini tak lepas dari beberapa pelatihan yang mengajarkan bisnis berbasis hutang di beberapa medio waktu lalu. Tapi ada lho member YukBisnisProperti yang menjalankan bisnis properti tanpa hutang bank. Mereka adalah MSGroup. 

MSGroup adalah perusahaan properti di Pontianak. Untuk mengenal lebih lanjut, silahkan buka website mereka di MitraSejahteraGroup.com. Selain bisnis tanpa bank, MSGroup sendiri banyak diisi oleh Tionghoa non muslim. Padahal yang gemar menggelorakan bisnis properti tanpa bank, kebanyakan dari kawan-kawan muslim.

Tanpa bank berarti MSGroup tidak menggunakan fasilitas pembiayaan atau hutang untuk menggarap proyek-proyeknya. Tanpa bank juga berarti meminimalisir penjualan melalui KPR. Mereka memasarkan unit dengan model penjualan tunai dan tunai bertahap selama 12 bulan. Bahkan ada yang 24 bulan. Dan hanya 1 unit yang dibeli konsumen dengan skema KPR. Wow bukan? Bagaimana bisa?

Pertama, tentu ada kesiapan modal awal untuk mengakuisisi lahan. Akuisisi lahan ini tidak harus diartikan membeli tunai secara keseluruhan. Namun bisa dengan pola kerjasama atau membeli bertahap. Pola ini bukannya tidak mengandung resiko. Maka tetap saja harus dimulai dengan perhitungan proyeksi yang matang. Bukan sekedar angka-angka di kertas, tetapi juga perlu diikuti melirik potensi pasar yang ada.

Kedua, Penjualan tunai dan tunai bertahap tentu memberi efek masuknya cash lebih cepat dibandingkan dengan penjualan KPR. Bayangkan saja, penjualan perdana mereka mencapai 16 unit dan 30% di antaranya adalah penjualan tunai. Wow!

MSGroup fokus membidik konsumen cash. Nah ini yang jarang dibidik oleh pemain-pemain properti lainnya. Dan satu teamwork fokus untuk bersama-sama membidik konsumen cash tersebut. Sehingga momentum “energi” nya akan sama dan selaras.

Ketiga, menunda kesenangan. Banyak sekali pebisnis yang kolaps bukan karena hutangnya, tapi karena cara mengelola uangnya. Apalagi di bisnis properti, sekali menerima uang besar, bakal tergoda untuk melipat gandakan atau membeli aset baru. Lebih parah lagi aset baru dibeli dengan skema hutang pula. Akhirnya justru menumpuk hutang, bukan menumpuk aset.

“Kuncinya adalah di penjualan!”, terang Harry Afandy, CEF MSGroup!

Inspiratif!

Silahkan Bagikan Ke:

Gabung Belajar Bisnis Properti
,
Yuk Belajar Bisnis Properti bersama kami melalui Email - Gunakan email istimewa Anda !!

Nama Panggilan:

Alamat Email:


Segera cek email baik inbox maupun spam, bila masuk spam klik No Spam


Related Posts

Tinggalkan Balasan